Phisical database design adalah suatu proses untuk menghasilkan gambaran dari implementasi basis data pada tempat penyimpanan, menjelaskan dasar dari relasi, organisasi file dan indeks yang digunakan untuk efisiensi data dan menghubungkan beberapa integrity constraints dan tindakan keamanan (Connolly,2002,p478).
Langkah keempat : Menterjemahkan global logical data model untuk target DBMS. Bertujuan untuk menghasilkan skema basis data relasional dalam global logical data model yang dapat diimplemetasikan ke DBMS.
Pada perancangan model physical, langkah-langkahnya adalah :
a. Merancang basis relasional
Dalam memulai merancang physical design, diperlukan untuk mengumpulkan dan memahami informasi tentang relasi yang dihasilkan dari logical database design. Informasi yang penting bisa didapatkan dari kamus data dan DDL.
b. Merancang representasi dari data yang diperoleh
Bertujuan untuk menentukan bagaimana setiap data yang diperoleh mewakili global logical data model ke dalam DBMS.
c. Merancang enterprise constraints
Pada langkah ini bertujuan untuk merancang batasan-batasan yang ada pada perusahaan.
Showing posts with label Perancangan Basis Data (p). Show all posts
Showing posts with label Perancangan Basis Data (p). Show all posts
Monday, April 23, 2012
Friday, April 20, 2012
Logical Database Design
Logical database design adalah proses pembuatan suatu model informasi yang digunakan pada perusahan berdasarkan pada model data yang spesifik, tetapi tidak tergantung dari Database Management System (DBMS) yang khusus dan pertimbangan fisik yang lain (Connolly,2002,p441).
DBMS adalah software yang memungkinkan pemakai untuk mendefinisi, membuat, memelihara, dan mengontrol akses ke basis data (Connolly,2002,p16). Fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh DBMS antara lain :
1. Memperbolehkan user untuk mendefinisikan basis data.
2. Memperbolehkan user untuk menambah , mengubah, dan menghapus serta mengambil data dari basis data.
3. Menyediakan kontrol akses ke basis data. Seperti security, integrity, concurrency control, recovery control system dan user-accessible catalog.
Langkah kedua : membuat dan memvalidasi local logical data model untuk setiap pandangan. Bertujuan untuk membuat local logical data model dari local conceptual data model yang mempresentasikan pandangan khusus dari perusahaan dan memvalidasi model tersebut untuk menjamin kebenaran strukturnya (dengan menggunakan teknik normalisasi) dan menjamin bahwa model tersebut mendukung kebutuhan transaksi.
Menurut Conolly (2002,p376), normalisasi merupakan suatu teknik untuk menghasilkan suatu relasi yang sangat diperlukan dimana kebutuhan datanya diberikan oleh perusahaan. Dalam proses normalisasi membutuhkan beberapa tahap untuk dapat diimplementasikan. Tahap-tahap normalisasi menurut (Conolly,2002,p387) adalah :
• Bentuk tidak normal (UNF)
Merupakan bentuk normalisasi dimana terdapat tabel yang memiliki satu atau lebih data yang berulang.
• Bentuk normal pertama (1NF)
Merupakan bentuk normalisasi dimana data yang dikumpulkan menjadi satu field yang sifatnya tidak akan berulang dan tiap field mempunyai satu nilai.
DBMS adalah software yang memungkinkan pemakai untuk mendefinisi, membuat, memelihara, dan mengontrol akses ke basis data (Connolly,2002,p16). Fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh DBMS antara lain :
1. Memperbolehkan user untuk mendefinisikan basis data.
2. Memperbolehkan user untuk menambah , mengubah, dan menghapus serta mengambil data dari basis data.
3. Menyediakan kontrol akses ke basis data. Seperti security, integrity, concurrency control, recovery control system dan user-accessible catalog.
Langkah kedua : membuat dan memvalidasi local logical data model untuk setiap pandangan. Bertujuan untuk membuat local logical data model dari local conceptual data model yang mempresentasikan pandangan khusus dari perusahaan dan memvalidasi model tersebut untuk menjamin kebenaran strukturnya (dengan menggunakan teknik normalisasi) dan menjamin bahwa model tersebut mendukung kebutuhan transaksi.
Menurut Conolly (2002,p376), normalisasi merupakan suatu teknik untuk menghasilkan suatu relasi yang sangat diperlukan dimana kebutuhan datanya diberikan oleh perusahaan. Dalam proses normalisasi membutuhkan beberapa tahap untuk dapat diimplementasikan. Tahap-tahap normalisasi menurut (Conolly,2002,p387) adalah :
• Bentuk tidak normal (UNF)
Merupakan bentuk normalisasi dimana terdapat tabel yang memiliki satu atau lebih data yang berulang.
• Bentuk normal pertama (1NF)
Merupakan bentuk normalisasi dimana data yang dikumpulkan menjadi satu field yang sifatnya tidak akan berulang dan tiap field mempunyai satu nilai.
Tuesday, April 10, 2012
ERD (Entity Relationship Diagram)
ERD (Entity Relationship
Diagram) merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi.
Relasi
Satu ke satu (One to One )
Hubungan relasi satu kesatu yaitu setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan paling banyak dengan satu entitas himpunan entitas B.
Satu ke Banyak ( One to Many )
Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan bnyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi setiap entitas pada entitas B dapat behubungan dengan satu entitas pada himpunan entitas A.
Banyak ke Banyak ( Many to Many )
Setiap entitas pada hmpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B.
Thursday, April 5, 2012
Conceptual Database Design
Conceptual
database design adalah proses membangun suatu model
berdasarkan informasi yang digunakan oleh perusahaan atau organisasi, tanpa
pertimbangan perencanaan fisik (Connolly,2002,p419).
Langkah
pertama : Membuat local conceptual data model untuk setiap pandangan
yang spesifik. Local conceptual data model terdiri dari :
a.
Entitiy
types
Menurut Connoly (2002,p331), entity types adalah
kumpulan objek yang mempunyai karakteristik yang sama, dimana telah
diidentifikasi oleh perusahaan.Menurut Silberschatz (2002,p27), entity types
adalah kumpulan dari entity yang memiliki tipe dan karakteristik yang
sama.
Entity dapat
dibedakan menjadi dua yaitu :
·
Strong
Entity : entity yang keberadaannya
tidak tergantung kepada entity lain (Fathansyah,1999,p94).
·
Weak
entity : entity yang keberadaannya
tergantung dari entity lain (Fathansyah,1999,p94).
Contohnya adalah entity mahasiswa dan orang tua.
Dimana mahasiswa merupakan strong entity dan orang tua merupakan weak
entity karena keberadaan entity orang tua tergantung dari entity
mahasiswa.
b.
Relationship
types
Menurut Connolly (2002,p334) definisi dari relationship
types adalah kumpulan antar entity yang saling berhubungan dan mempunyai
arti.
c.
Attribute dan attribute domains
Attribute
adalah karakteristik dari suatu entity atau relasi (Connolly,2002,p338).
Setiap attribute diperbolehkan
untuk memiliki nilai yang disebut dengan domain. Attribute domains
adalah kumpulan dari nilai-nilai yang diperbolehkan untuk satu atau lebih attribute.
Ada
beberapa jenis dalam attribute :
Wednesday, April 4, 2012
NORMALISASI
Teknik Normalisasi
Beberapa pengertian mengenai normalisas :
- Istilah Normalisasi berasal dari E. F.Codd, salah seorang perintis teknologi basis data. selain dipakai sebagai metodologi tersendiri untuk menciptakan struktur tabel 9 relasi) dalam basis data (dengan tujuan utnuk mengurangi kemubaziran data) , normalisasi terkadang hanya diipakai sebagai perangkat verifikasi terhadap tabel-tabel yang dihasilkan oleh metodologi lain ( misalnya E-R). Normalisasi memberikan panduan yang sangat membantu bagi pengembang untuk mencegah penciptaan struktur tabel yang kurang fleksibel atau mengurangi keflekxibelan.
- Kroenke mendefinisikan normalisasi sebagai proses untuk mengubah suatu relasi yang memiliki masalah tertentu ke dalam dua buah relasi atau lebih yang tida memiliki masalah tersebut. Masalah yang dimaksud oleh kroenke ini sering disebut dengan istilah anomali.
- Normalisasi merupakan sebuah teknik dalam logical desain sebuah basis data / database, teknik pengelompokkan atribut dari suatu relasi sehingga membentuk struktur relasi yang baik (tanpa redudansi).
- Normalisasi adalah suatu proses memperbaiki / membangun dengan model data relasional, dan secara umum lebih tepat dikoneksikan dengan model data logika.
- The goal of a relational database design is to generate a set of relation scheme that allow us to store informastion easily. One approach is to design scheme that are in an appropriate normal form (silberschatz, H., 1991).
- Normalisasi adalah suatu teknik untuk mengorganisasi data ke dalam tabel-tabel untuk memenuhi kebutuhan pemakai didalam suatu organisasi.
Tujuan Normalisasi
Thursday, March 22, 2012
Pengertian Basis Data ( Database)
Basis
Data ( Database ) merupakan suatu kumpulan dari beberapa tabel ( entity ) yang digabungkan
menjadi satu kesatuan dan saling berhubungan antara table satu dengan yang
lainnya.Sementara itu Tabel ( Entity )
adalah kumpulan dari beberapa record.
Sedangkan record adalah kumpulan dari
beberapa field atau atribut atau Data.
Prinsip utama Database
adalah pengaturan data atau arsip. Sedangkan tujuan utamanya adalah kemudahan dan
kecepatan dalam pengambilan data atau arsip. Sedangkan sistem Database merupakan
perpaduan antara basis data dan sistem manajemen basis data (DBMS).
Download Disini
Download Disini
Subscribe to:
Posts (Atom)


